Minggu, 15 Juni 2014

Mendisiplinkan Karyawan Bermasalah

Jika kita mendengar kata disiplin kerja sering kali kita menghubungkannya kepada hukuman atau sanksi dan pelanggaran. Tetapi lebih dari itu disiplin memiliki makna yang lebih luas. Disiplin adalah tindakan yang dilakukan seorang atasan untuk membentuk, memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan dalam melaksanakan peraturan dan standar organisasi. Disiplin perlu dilakukan untuk memenuhi tiga tujuan, yaitu: Pembentukan sikap kendali diri yang positif. Tujuan utama dari disiplin. Seorang karyawan yang memiliki kendali diri positif sangat diharapkan oleh organisasi. Tanpa adanya peraturan pun secara otomatis ia sudah mendisiplinkan diri sendiri. Sebagai contoh, karyawan yang bekerja tetap waktu, sadar untuk menghasilkan produk yang berkualitas tanpa perlu banyak diatur oleh atasannya. Pengendalian kerja. Agar pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan organisasi maka dilakukan pengendalian kerja dalam bentuk pemberlakuan peraturan perusahaan, standar dan tata tertib organisasi. Perbaikan sikap. Dilakukan dengan menggunakan kegiatan orientasi, pelatihan, pemberlakuan sanksi, dan sebagainya untuk karyawan yang dirasakan belum memenuhi standar dan peraturan perusahaan. Mc Gregor (1967), menjelaskan dalam bukunya, bahwa disiplin akan bekerja dengan baik apabila memenuhi empat prinsip yang disebutnya sebagai Prinsip Tungku Panas (The Hot Stove Rule), yakni: Adanya pemberitahuan awal bagi para karyawan mengenai hal-hal yang terkait dalam disiplin kerja, sebelum mereka melakukan tindakan indisipliner. Beberapa penerapan yang dapat dilakukan manajer adalah dengan memberikan orientasi mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk para karyawan baru, distribusi peraturan perusahaan untuk semua karyawan dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Segera, merupakan prinsip kedua. Dampak dari tindakan indisipliner yang dilakukan seorang karyawan akan efektif jika sesegera mungkin didapatkan oleh yang bersangkutan. Semakin cepat tindakan yang diberikan oleh atasan kepada karyawan tersebut, semakin efektif penerapan disiplin yang dilakukan. Prinsip ketiga adalah konsisten, perlakuan yang adil atas pendisiplinan karyawan dalam bentuk konsistensi tindakan akan berpengaruh terhadap efektivitas disiplin kerja. Yang terakhir adalah impersonal, bahwa tindakan disiplin akan melihat kepada apa yang dilakukan oleh karyawan, bukan kepada siapa yang melakukannya. Peraturan yang ada berlaku atas seluruh lapisan organisasi,mulai dari top management sampai dengan para pelaksana. Keempat prinsip di atas menjadi dasar penerapan disiplin yang akan dilakukan oleh seorang atasan terhadap para bawahannya. Selanjutnya, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan seorang atasan dalam menerapkan tindakan disiplin bagi karyawan bermasalah: 1. Mengumpulkan informasi Faktor-faktor di bawah ini perlu menjadi pertimbangan atasan sebelum mendisiplinkan bawahan. Keseriusan persoalan yang dihadapi. Seberapa fatal akibatnya bagi organisasi. Apa dampak dari perbuatan karyawan tersebut terhadap lingkungan kerja . Jangka waktu persoalan tersebut. Prinsip pertama di atas menjelaskan bahwa disiplin akan efektif jika sesegera mungkin dilakukan kepada karyawan yang bermasalah tersebut. Frekuensi dan kejelasan persoalan yang terjadi. Apakah persoalan ini sering terjadi. Apakah karyawan lain pernah melakukan persoalan yang sama. Pernahkan persoalan tersebut dicoba untuk diatasi. Sejarah karyawan yang bemasalah. Lama kerja, sejarah promosi, keadaan ekonomi, imbal jasa yang didapat, pelatihan yang pernah didapat, dan informasi lain yang berkaitan dengan karyawan tersebut sangat bermanfaat bagi tindakan yang akan dilakukan. Tindakan apa saja yang pernah diberikan kepada yang bersangkutan atas persoalan tersebut. Lingkungan kerja. Sarana kerja, kemutakhiran peralatan, hubungan antar karyawan dan sebagainya perlu juga diperhatikan sebagai informasi dan pertimbangan. Wewenang yang dimiliki oleh atasan yang bersangkutan apakah sesuai dengan keputusan yang akan dikeluarkan. Dampak dari tindakan yang akan diberikan terhadap kinerja organisasi. Dukungan manajemen. Apakah atasan mendapat dukungan dari manajemen. 2. Melakukan pembicaraan secara individu. Sasaran atasan dalam mendisiplinkan karyawan adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sesuai peraturan, bukan untuk membuat malu karyawan tersebut. 3. Spesifik terhadap persoalan yang ada. Kejelasan akan persoalan yang terjadi perlu spesifik mencakup : apa, kapan terjadi, dan siapa saja yang terlibat. 4. Memperhatikan faktor non verbal seperti : kejelasan bicara, bahasa tubuh. Atasan harus menyelaraskan faktor non verbal tersebut dengan situasi yang ada. 5. Tetap mempertahankan prinsip impersonal. Mendisiplinkan karyawan selalu mengarah kepada peningkatan sikap yang baik. Pendisiplinan bukan dilakukan dengan melihat siapa yang melakukan tetapi persoalan apa yang perlu diselesaikan. 6. Menjadi pendengar yang baik. Di dalam mendisiplinkan karyawan, atasan sebaiknya tidak emosional dan tetap memegang kendali. 7. Mencari jalan keluar bersama. Meliputi komitmen bersama dengan meminta pertanggung jawaban karyawan dan mendiskusikan tindak lanjut yang perlu dilakukan. 8. Memberikan tindakan sesuai dengan persoalan yang terjadi. Displin bertahap atau progresif menjelaskan perlunya pendisiplinan secara bertahap, dimulai dari yang lebih halus seperti teguran lisan sampai dengan pemberian skorsing. Di samping itu pemberian tindakan disesuaikan dengan konsekuensi yang layak dengan apa yang dilakukan, sesuai dengan peraturan organisasi. 9. Memberikan catatan-catatan terhadap apa yang dibicarakan. Informasi-informasi yang ada sebaiknya tercatat sehingga dapat digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 10. Mendapatkan kesepakatan bersama. Kesepakatan bersama akan tindakan yang akan dilakukan oleh atasan perlu ada, untuk menumbuhkan rasa aman dan percaya bawahan akan keadilan yang diperolehnya. 11. Memonitor tindak lanjut dari tindakan tersebut. Tindakan disiplin yang diberikan oleh atasan bukan merupakan hasil akhir dari suatu persoalan, melainkan suatu awal dari proses peningkatan kualitas kerja karyawan. Oleh karena itu atasan perlu memonitor hasil tindak lanjut tersebut. Artikel terkait di http://manajemenppm.wordpress.com

Tips Mengatasi Karyawan Tidak Disiplin

Memiliki karyawan di tempat usaha anda tidak hanya bisa mempermudah kerja anda, tapi juga memberi anda pekerjaan lain yang harus dikerjakan, yaitu mengatur karyawan tersebut. Ketika ada karyawan yang tidak disiplin dalam bisnis anda, mungkin ada hal-hal pemicu yang membuatnya tidak disiplin. Berikut adalah cara-cara mengatasinya. 1. Cari pemicunya. Tugas anda adalah mencari hal pemicu tersebut dengan memperhatikannya setiap hari atau bertanya pada karyawan lain. 2. mengajaknya bicara dari hati ke hati untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan begitu, akan tercipta hubungan pertemanan antara anda dan karyawan anda sehingga bisa saling terbuka satu sama lain. Dengan menjadi teman juga bisa menghindari hubungan yang tidak harmonis antara anda dengan karyawan yang bisa menciptakan masalah baru dalam bisnis anda. 3. Buat mereka nyaman. Mereka juga mungkin menjadi tidak disiplin karena merasa tidak nyaman berada di tempat anda, oleh karena itu, anda harus membuat mereka nyaman berada di tempat anda. 4. Percayakan sebuah pekerjaan kepada mereka yang sesuai dengan keahlian mereka. Dengan begitu, mereka akan merasa kemampuannya dihargai. 5. Pahami sifat dan tempramen karyawan anda agar anda tidak menyentuh zona sensitifnya yang bisa membuatnya sebal pada anda. 6. Bersikaplah yang tegas. Anda bisa berikan reward bagi karyawan berprestasi dan punishment bagi karyawan tidak disiplin untuk memacu mereka meningkatkan kinerja.

Kamis, 31 Oktober 2013

Contoh Buku Mutasi

Berikut adalah contoh buku mutasi yang secara umum di gunakan

Kamis, 26 Mei 2011

SEMBILAN CARA MENJADI SEORANG PEMIMPIN YANG DISEGANI



Tiap perusahaan sangat membutuhkan seorang pemimpin yang cakap dan memiliki keterampilan yang kuat.
Berikut saran bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam organisasi yang Anda kelola dan bagaimana membuat diri Anda menjadi semakin berharga.
Jika seseorang melakukan pekerjaan yang luar biasa, beritahu pengawas mereka. Acapkali komunikasi dengan bertatap muka langsung hasilnya baik, bahkan sebuah e-mail pun bisa efektif. Beritahukan pengawas tepat apakah yang dilakukan oleh bawahan sudah maksimal atau jauh di atas standar normal. Hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan status karyawan di tempat kerja dan seringkali demikian, dan karyawan pada akhirnya akan menyadari siapa yang memberikan penghargaan dan rekomendasi tersebut.
Saya dulu seorang penyendiri dan cenderung menghindari pekerjaan yang melibatkan tim kerja. Meski akhirnya saya menyadari bahwa bekerja dalam tim merupakan satu-satunya kesempatan terbaik untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang di sekitar Anda. Semakin banyak Anda berpartisipasi dalam tim maka akan makin banyak yang akan melihat Anda sebagai seorang dapat diandalkan dan dipercaya.
Pendekatan saya sangat sederhana. Jika saya adalah bagian dari tim yang baru terbentuk, saya akan segera menentukan langkah dan menyusun rencana, kemudian mengirimkannya kepada yang lain untuk dipertimbangkan. Kecuali jika seseorang merobeknya, umumnya kurang lebih ini akan menjadi rencana dan aku akan menjadi pemimpin kelompok yang diakui.
Anda biasanya berbicara bagi mereka yang malu bersuara atau mengungkapkan gagasan, dan mereka merasa senang Anda melakukannya apabila Anda tidak memaksa tentang hal itu. Biasanya saya akan melakukan sesuatu seperti mengemukakan sebuah rencana kasar dan mengatakan kepada mereka, "Ini ide saya untuk bagaimana kita menangani hal ini. Bagaimana menurut kalian semua?"
Seorang yang dulu pernah bekerja dengan saya memiliki kalender di mana ia menyimpan hari ulang tahun teman-temannya dan dua jenis produk favorit mereka dari mesin penjual otomatis. Pada hari ulang tahun temannya, ia pergi ke mesin tersebut dan memasukkan $ 2 ke dalamnya, lalu menyerahkan kepada temannya sekaleng soda dan sebungkus camilan yang merupakan dua produk favorit sang teman dan berkata dengan senyum yang lebar, "Selamat ulang tahun!".
Ini adalah hal kecil, namun memiliki makna yang dalam dan sangat bijaksana. Tidak heran jika ia sangat disukai oleh teman-teman dalam kelompoknya dan seringkali pendapatnya didengar dan dihormati setiap kali ia punya ide atau rencana. Juga tidak mengherankan, dia melakukannya dengan sangat baik dalam kehidupannya sekarang.
Luangkan waktu dua menit untuk mengenali apa yang telah dicapai dan yang menjadi sorotan hidup orang lain. Jika bisa, perhatikan dan telusuri pengalaman mereka. Cari cara untuk membuat semua orang tersenyum. Lakukanlah hal ini dan Anda akan selalu menang.
Jika Anda menemukan sebuah masalah yang dapat dengan mudah Anda pecahkan, makan pecahkanlah. Jangan khawatir dengan konotasi politik atau sesuatu seperti itu. Jika seseorang datang kepada Anda dengan sebuah masalah dan Anda merasa mampu menyelesaikannya tanpa upaya yang terlalu banyak, maka selesaikanlah masalah itu hingga tuntas.
Semakin sering Anda menyelesaikan masalah-masalah yang ada, semakin banyak orang melihat Anda sebagai sumber jawaban atas penyelesaian masalah dan mereka akan semakin mendengarkan nasihat Anda atau apapun yang Anda katakan.
Terkadang ada saatnya Anda membutuhkan bantuan. Beberapa orang takut untuk menunjukkan kelemahan dan menghindari meminta bantuan kecuali bila benar-benar penting. Hal ini tidak masuk akal dan tidak akan efisien. Apabila ada unsur-unsur tertentu yang dapat dilakukan orang lain jauh lebih mudah daripada yang Anda bisa, mintalah bantuan kepada mereka (kecuali, tentu saja, itu akan menambah pekerjaan bagi mereka). Jika Anda telah secara konsisten membantu orang lain, dengan sendirinya mereka akan membantu Anda.
Jadilah orang yang bisa merangkul kelompoknya untuk makan siang bersama. Libatkan diri Anda dalam pekerjaan perencanaan pesta kantor - atau bahkan menjadi ketua. Rencanakan pesta bagi orang-orang yang akan segera meninggalkan kantor. Ini bukan berarti Anda harus melakukan semuanya sendiri, tapi kembangkanlah rencana Anda sendiri. Orang-orang akan melihat Anda sebagai orang yang mengambil alih tanggung jawab - dan peristiwa semacam itu mudah untuk menarik orang lain untuk bekerja sama.
Dalam dunia yang sibuk, sangat mudah untuk berkata, "kelihatannya bagus!" ketika seseorang menginginkan umpan balik atas sesuatu. Sebaliknya, cobalah renungkan selama 10 menit dan kemukakan tiga hal yang dapat menunjang perbaikan. Sebelum Anda mengungkapkan saran, dahulukanlah dengan pujian, kemudian kemukakan tiga saran Anda dengan jelas dan sepositif mungkin, dan akhiri dengan mengatakan sesuatu seperti keinginan untuk mengubah sesuatu yang sangat baik menjadi sesuatu yang benar-benar hebat.
Jika saran Anda benar-benar bermanfaat, mereka akan kembali melihat Anda sebagai seseorang yang bisa diandalkan meski pada situasi yang sulit sekalipun.
Ketika Anda diminta untuk mengeluarkan pendapat, katakanlah dengan jujur, jangan memilah milah kata. Pendapat Anda yang jujur jauh lebih berharga daripada berpura-pura setuju — bahkan jika hal itu buruk, Anda tidak seharusnya merasa tersinggung. Biasanya saya berusaha semampunya memuji, tetapi jika ada masalah serius dengan apa yang saya lihat, saya akan mengatakannya. Jika tidak mengatakan maka akan menyakiti rekan kerja (karena mereka menyajikan pendapat yang miskin) namun dari sudut asosiasi, akan menyakiti Anda (karena Anda mengatakan kepada mereka pendapat yang miskin ini baik ketika akhirnya ibarat melemparkan telur ke wajah mereka).
Hal-hal kecil ini, bila dilakukan se-tiap hari maka akan membuat Anda secara tidak langsung menjadi orang yang sangat dibutuhkan di tempat kerja, dan sebagai pribadi, orang-orang akan melihat Anda sebagai sosok seorang pemimpin.
Trent Hamm adalah pencipta dan penulis thesimpledollar.com. (Trent Hamm/The Epoch Times/mya

Mempromosikan Diri Tanpa Menjilat



Banyak cara untuk mencari perhatian di tempat kerja, baik itu dari teman-teman satu tim maupun dari atasan. Siapa sih yang tak ingin kelihatan menonjol di mata orang lain. Lebih-lebih dalam konteks pekerjaan, "menonjol" bisa membantu mempercepat kemajuan karier. Namun, berhati-hatilah. Keinginan yang terlalu menggebu untuk terlihat paling menonjol di antara yang lain di kantor, salah-salah bisa membuat Anda "over-acting". Bila ini terjadi, bukannya simpati atau penilaian yang positif yang Anda dapatkan melainkan justru label buruk, misalnya Anda bisa dicap sebagai penjilat. Memangnya Anda mau mendapatkan penghargaan sebagai The Most Likely to Kiss Some Boss Butt?


Oleh karenanya sebelum Anda beraksi di tempat kerja, pastikan dulu Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah Anda tipe karyawan yang sebenarnya tidak memiliki keterampilan yang jelas dalam bidang tertentu, namun pintar memanfaatkan situasi dan mencari celah untuk mempromosikan diri?
  2. Apakah Anda suka membuatkan kopi untuk bos, sambil berusaha agar semua orang tahun bahwa Anda melakukannya?
  3. Apakah Anda selalu merasa punya andil dan jasa atas kesuksesan orang lain, padahal kenyataannya tidak demikian, atau andil dan jasa Anda tidak sebesar yang Anda gembar-gemborkan?
  4. Sebaliknya dari no.3, apakah Anda gemar mencari kesalahan orang lain untuk kegagalan pekerjaan Anda?
  5. Apakah Anda punya kebiasaan mengulur-ulur waktu meeting dengan komentar-komentar panjang yang "nggak penting", sekedar untuk menunjukkan bahwa Anda ada di situ?
  6. Apakah Anda suka menggosipkan teman-teman sekerja, dan menceritakan kekurangan mereka kepada atasan?
  7. Apakah Anda orang terakhir yang meninggalkan kantor padahal sebenarnya tak ada alasan apapun bagi Anda untuk pulang belakangan?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut "tidak", maka Anda memang bukan seorang penjilat. Namun, jika Anda masih ragu-ragu atau bahkan diam-diam mulai mengakui bahwa semua itu adalah kebiasaan Anda sehari-hari selama ini, maka Anda sebenarnya bukanlah karyawan yang berdedikasi seperti yang Anda pikirkan. Artinya, inilah saatnya bagi Anda untuk berubah, demi kesehatan karier Anda. Sebab, percayalah, di mana pun tak ada tempat bagi orang yang menempuh cara-cara yang bersifat menjilat dalam mengejar kemajuan karier di tempat kerja.

Ancaman Bom Via Telepon



Kita sadari semakin banyak modus untuk menteror yang akan berdampak kepada kelancaran aktivitas ataupun produksivitas perusahaan kita. Salah satunya bisa berupa ancaman melalui telpon. Bagaimana kita mensikapinya..... dan bagaimana kita mempersiapkannya..... bagaimana dampaknya..... dan adalah cara yang termudah untuk memandu staff kita (operattor) ?
Mari sebelumnya kita kaji sedikit arti kata "TERROR" & "Negosiasi"

a.
TERROR
Berasal dari bahasa latin, yaitu terdiri dari kata “TERRERE” Yang artinya membuat gentar yang amat sangat / kegentaran yang amat dasyat dan “DETERRE” yang berarti membuat rasa takut yang amat sangat / mengejutkan yang dasyat. Dapat disimpulkan bahwa TERROR berarti perbuatan yang didalamnya mengandung unsur kekejaman yang luar biasa (sadis) yang dapat menimbulkan kegentaran / keresahan dikalangan masyarakat luas.
a.
TERRORISME
  • Adalah suatu perbuatan yang menggunakan cara kekerasan dan intimidasi sebagai suatu senjata politik.
  • Adalah penindakan, intimidasi dan penaklukan yang dilaksanakan dengan cara – cara terror.
a.TERRORIS
Adalah orang suatu manusia yang melaksanakan kejahatan dengan menggunakan cara – cara terror.


NEGOSIASI
Suatu upaya yang dilakukan gunakan untuk mengumpulkan bahan keterangan sebanyak mungkin serta menawarkan / membuat kesepakatan / perundingan / beramai / mengurangi / melemahkan / mendapatkan apa yang diinginkan / tercapainya persamaan persepsi.
Dapat dikatakan juga;
Negosiasi : Yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat di sepakati & diterima oleh dua belah pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.


ANCAMAN BOM
Pengertian
Suatu berita yang disampaikan melalui surat atau telepon / alat komunikasi lainnya oleh seseorang atau kelompok / organisasi yang tidak jelas identitasnya tentang keberadaan sebuah atau lebih Bom, yamg setiap saat dapat meledak.
Dampak Ancaman Bom
  • Panik
  • Hilangnya Kepercayaan Pucblic
  • Hilangnya Waktu Produksi / Operasiaonal Kerja
  • Kecelakaan Evakuasi (Panik & Bingung)
  • Gangguan Psikologi dan Stress
PADA SAAT MENERIMA ANCAMAN TELPON
  1. 1.Tenang.
  2. 2.Jangan gugup (supaya memberikan laporan yang jelas)
  3. 3.Ulur waktu (ajaklah sipenelpon untuk berlama-lama berbicara, bila mungkin tanya identitas, alamat sipenelpon).
  4. 4.Menghubungi Petugas Keamanan / Pimpinan & Telkom (dengan mengulur-ulur waktu diharapkan bisa dapat melakukan perekaman pembicaraan kepada No. Tersebut)
  5. 5.Cari Motivasi ( tujuan sipelpon sehimgga mengancam), isi form/checklist yang tersedia dibawah telpon anda.

15 UNSUR NEGOSIASI
  1. 1.Ingat bahwa segala sesuatu dapat di negosiasikan.
  2. 2.Fokuskan visi pada kesepakatan yang akan di tuju.
  3. 3.Persiapkan segala sesuatu terlebih dahulu.
  4. 4.Ajukan pertanyaan
  5. 5.Mendengar (menyimak)
  6. 6.Tentukan target untuk setiap kesepakatan
  7. 7.Targetkan tujuan semaksimal mungkin.
  8. 8.Kembangkan pilihan-pilihan & strategi.
  9. 9.Berpikir layaknya seekor Dolphin
  10. 10.Jujur & Adil
  11. 11.Jangan pernah menerima penawaran pertama
  12. 12.Rundingkan dengan kekuatan/kuasa (jika memungkinkan)
  13. 13Temukan apa yang diinginkan pihak lawan
  14. 14.Kooperatif dan bersahabat
  15. 15.Gunakan kekuatan kompetisi
Untuk mempermudah kita, ijinkanlah saya berbagi tips, dan ini boleh anda gunakan tetapi bukan merupakan patokan mutlak (silahkan modofokasi dengan kebutuhan dan jenis usaha anda) ;


untuk perjelas silahkan klik form diatas

NEGOSIASI YANG BERHASIL
Selidiki keinginan lawan bicara anda dan berusaha untuk mempertemukan dengan tujuan yang di harapkan tanpa mengubah / menghilangkan tujuan tersebut.

STRATEGI PENCEGAHAN KEJAHATAN



Materi : AKP CHASANAH WATY, S.Sos, SIK
KASUBBAG BIMMAS BAG BINAMITRA POLWILTABES BANDUNG 2008

Tujuan
}BERI PENJELASAN & PEMAHAMAN TTG BENTUK2 REKASI MASYARAKAT THD KEJAHATAN, KHUSUSNYA TTG PERLUNYA KEBERADAAN (EKSISTENSI) USAHA-USAHA ANTISIPATIF – PREVENTIF YG DPT DITEMPUH MASYARAKAT UTK MENCEGAH KEJAHATAN


Kejahatan
}KEJAHATAN ADALAH SUATU PERBUATAN YG DISENGAJA ATAU SUATU BENTUK AKSI ATAU PERBUATAN YG MERUP KELALAIAN, YG KESEMUANYA MERUP PELANGGARAN ATAS HUKUM KRIMINAL, YG DILAKUKAN TANPA SUATU PEMBELAAN ATAU ATAS DASAR KEBENARAN & DIBERI SANKSI OLEH NEGARA SBGI SUATU TINDAK PIDANA BERAT ATAU TINDAK PELANGGARAN HUKUM YG RINGAN (DARMAWAN, 1994)


PENCEGAHAN KEJAHATAN SEBAGAI USAHA PENGAMANAN MASYARAKAT

* }PENGAMANAN MASY (SOCIAL DEFENCE) MERUP PERLINDUNGAN THDP MASY DARI GANGGUAN KEJAHATAN & HRS DIWUJUD-KAN DGN PENINDAKAN SCR MANTAP THDP KEJAHATAN TSB.
* }TERSIRAT SUATU MAKNA BHW TDPT KEBUTUHAN YG TUTAMA MENGENAI TERSELENGG KEAMANAN MASY, YAITU TERWUJUD DLM PENTINGNYA PENINDAKAN YG TEGAS THD PELANGGAR HUKUM MELALUI PEMBERIAN PIDANA.


STRATEGI PENCEGAHAN KEJAHATAN ?

}SUATU USAHA YG MELIPUTI SEGALA TINDAKAN YG MEMPUNYAI TUJUAN YG KHUSUS UTK MEMPERKECIL LUAS LINGKUP & KEKERASAN SUATU PELANGGARAN, BAIK MELALUI PENGURANGAN KESEMPATAN2 UTK MELAKUKAN KEJAHATAN ATAUPUN USAHA2 PEMBERIAN PENGARUH KPD ORANG2 YG SCR POTENSIAL DPT MENJADI PELANGGAR SERTA KPD MASY UMUM.



PENCEGAHAN KEJAHATAN
MELALUI PENDEKATAN SOSIAL

* }Memusatkan perhatian utamanya pada : remaja, anak2 sejak mereka scr prinsip dianggap sbg kelompok penerima sosialisasi.
* }Tidak mudah diuji dgn proyek jangka pendek tetapi merupakan program jangka panjang à berdasar program dan sangat sulit utk mengevaluasinya scr langsung hubungannya dgn tingkat kejahatan.Contoh : program Polmas.

}



PENCEGAHAN KEJAHATAN
MELALUI PENDEKATAN SITUASIONAL

}Memusatkan perhatiannya pada pengembangan langkah-langkah jangka yang lebih pendek untuk mencegah pelanggaran yang lebih khusus.
1. MEMPERKOKOH SASARAN KEJAHATAN
}Mengembangkan dan meningkatkan sekuriti à misal penggunaan alat pengaman (alarm, kunci rahasia, CCTV, dsb)
}Perencanaan gedung dan disain à segala langkah pembangunan gedung dan disain haruslah dipertimbangkan dalam kerangka pencegahan kejahatan.
}Publisitas pencegahan kejahatan àuntuk menyampaikan misi pengaruh bagi para warga masyarakat sehubungan dengan menjadi korban kejahatan.

2. MEMINDAHKAN SASARAN KEJAHATAN
Beberapa kejahatan scr sederhana dpt dicegah melalui pemindahan jalan masuk ke arah sasaran kejahatan atau dgn jalan merancang lingkungan yg dapat memperkecil kesempatan dilakukannya kejahatan. Contoh :
- pencegahan dari perampokan di dalam bis atau kendaraan umum lainnya melalui pengembangluasan pemakaian sistem pembayaran tiket transport terlebih dahulu
- pencegahan pencurian uang yang akan dibayarkan melalui pembayaran dgn sistem tagihan rekening di rumah pelanggan.
3.MENGHILANGKAN SARANA / ALAT UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN
Contoh : penyaringan bagi penumpang pesawat terbang untuk tidak membawa senjata dan bahan peledak utk menghindari terjadinya pembajakan pesawat;
LANGKAH2 UTK BISA MEMPERKECIL
KEUNTUNGAN BAGI PELAKU KEJAHATAN

1. 1.Pemberian tanda kepemilikan
2. 2.Pengawasan :

* Secara teknis (menggunakan peralatan canggih misal CCTV)
* Pengawasan formal / informal Formal - menunjuk pd kegiatan2 yg umumnya dilakukan oleh polisi . Informal - seringkali dilakukan oleh petugas pelayanan sosial, pegawai perusahaan dan penduduk biasa


4 KATEGORI UTAMA SHG SUATU DAERAH
DAPAT DIKATAKAN SBG RUANG YG TERJAGA


1. 1.TERITORIALITAS (TERRITORIALTY) - menunjuk suatu sikap yg memelihara batas-batas wilayah. Ada 3 syarat utama : harus ada kepentingan yg murni dari warga & perasaan t.jawab dlm wilayah masyarakat tsb; warga harus mempunyai kesediaan utk melakukan tindakan apabila merasa wilayahnya terancam; faktor di atas harus cukup kuat shg calon pelaku kejahatan merasa bhw renc nya kemungkinan besar diketahui.
2. PENGAMATAN SECARA ALAMIAH (NATURAL SURVEILLENCE) - menunjuk pada kemampuan penduduk utk mengawasi / amati secara sambil lalu dan terus menerus lingkungan tempat tinggal mereka.
3. KESAN DAN LINGKUNGAN (IMAGE & MILLEU) - meliputi kemampuan ttg proyek perumahan yg menjadi terisolasi dan penghuni mudah diserang kejahatan.
4.
DAERAH AMAN (SAFE AREA) - menunjuk pada keadaan tempat atau pemukiman tersebut berada dlm kondisi yg aman,tenang, nyaman,dan terbebas dari ketakutan akan kejahatan ( fear of crime ).
STRATEGI PENCEGAHAN KEJAHATAN
MELALUI PENDEKATAN KEMASYARAKATAN

MELALUI PEMBUATAN PROGRAM-PROGRAM TERTENTU YANG MELIBATKAN PEMERINTAH, MASYARAKAT DAN PERANGKAT SISTEM PERADILAN PIDANA (POLISI, JAKSA, HAKIM DAN LP)

Senin, 01 Februari 2010

Jasa Keamanan / Security / Outsourcing / Satpam di Indonesia


1. PT.Nusantara Satira Angung ( NSA - 911 )
Alamat : Jl.Setra Sari Tengah No.18 Bandung
Tlpn. 022 70010911
Website : -



2. Karak Santa
Alamat : Jl.Komsen Raya ( Wibawa Mukti 2) No. 73 Jati Asih
Tlpn. 021 8225647
Wesite




3. PT GORDA PERKASA ABADI ( SOS )
Alamat : Jl gorda no 14a lubang buaya cipayung Jaktim
Telpn : 02187784059
Website





4. PT.Esa Garda Pratama
Alamat :Jl. Cicalengka Raya No. 27
Antapani - Bandung 40291
Telp. 022. 720 3136, 7016 2324 Fax. 022. 720 3136
Website




5. PT.Sriwijaya Sakti
Alamat : Jl. Baros No. E-44 Cimahi
Telp. 022-76261154, 6643125
Website







6. Cakra Mandiri Perkasa
Alamat : Graha Cakra Jl.RTM Raya No.48 Kelapa Dua Depok
Telp : 021 87716292
Website





7. Secure Indonesia
Alamat :Margonda Depok
Telpn : 08129168647
Website




8. PT.Garda Prima Sejahtera
Alamat :Jl. Wahid Hassim Perumahan Taman
Asri Blok F2 No. 2 Kreo,Larangan – Tangerang
Telp / Fax : 021-7316473 021- 98285638
Website



9. PT.Tunas Artha Gardatama
Alamat : Gedung Putra Kalimantan Lantai 1
Jl.Gatot Subroto Kav.12-13 Jakarta 12930
Telpn : 021 5251327/5204139





10.PT.Gardatama Nusantara
Alamat : Jl Kertanegara 4,Melawai,Kebayoran Baru
Telpn : 021-72792
280, 021-7254825
Fax : 021-7254825

Website




11.PT.Sentinel Perkasa Securindo
Alamat : Jl.Malabar No 50 BAndung
Telpn : 022 7312374
Website







12.PT.C Daya Cipta
Alamat : Jl. Garputala No. 3, Buah Batu Bandung
Telpn. 62-22-70042248
Website







13. PT. SATYA MITRA WASPADA
Alamat : Jl. Kalibata Utara II No. 17, Jakarta Selatan 12740,
Telpn :(021)7918 3267, 9233 9922
Website




PT.GESTcom Indonesia
Alamat : Jl. Sarijadi Raya No.85 Bandung, 40151
Telpn : +62 22 201 4519
Website






















Satuan pengamanan


Satpam yang merupakan singkatan dari Satuan Pengamanan, adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.


Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengemban fungsi kepolisian. Oleh karena itu, lembaga satuan pengamanan secara resmi dibentuk pada 30 Desember 1980 melalui surat keputusan kepala kepolisian negara.
Jenjang Pelatihan

Jenjang pelatihan satpam ada 3 tingkat yaitu :

1.

Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l. Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan;
2.

Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran dan
3.

Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan. Pola 100 jam pelajaran.

Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan satpam. Kepolisian Wilayah, Kepolisian Wilayah Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Resor Kota hanya melakukan latihan penyegaran.

Peranan

Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai

*

Unsur Pembantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan kerja.
*

Unsur Pembantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.

Perlengkapan

Kegiatan seorang petugas Satpam terdiri dari pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli. Sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara.

Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah

*

Senjata api bahu, jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA
*

Senjata api genggam, jenis pistol atau jenis revolver ; kaliber 0.32 inch; kaliber 0.25 inch; kaliber 0.22 inch

Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi/proyek/badan usah dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas, tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen/silinder untuk setiap pucuk senjata api.


Referensi

1.

Peraturan Kepala Polri No. Pol. 18 Tahun 2006
2.

Ketentuan perizinan senjata api ini diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/244/II/1999 tertanggal 26 Februari 1999tentang Ketentuan Perizinan Senjata Api Non-Organik ABRI untuk Bela Diri.

Pustaka

*

Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan
*

Peraturan Kapolri No.Pol. 18 tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satuan Pengamanan
*

Peraturan Kapolri No.Pol. 17 tahun 2006 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan
*

Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1021/XII/2002 tentang Nomor Registrasi dan KTA Satpam
*

Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1019/XII/2002 tentang Pakaian Seragam Satuan-Satuan Pengamanan
*

Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/302/III/1993 tentang Tanda Kualifikasi Pendidikan Anggota Satpam
*

Surat Keputusan Bersama Menaker No. KEP.275/Men/1989 dan Kapolri No.Pol. Kep/04/V/1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat Serta Pembinaan Tenaga Kerja Satuan Pengamanan.



Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_pengamanan"

Kamis, 28 Januari 2010

Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007




* Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan

* Peraturan Kapolri No.Pol. 18 tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satuan Pengamanan

* Peraturan Kapolri No.Pol. 17 tahun 2006 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan

* Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1021/XII/2002 tentang Nomor Registrasi dan KTA Satpam

* Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1019/XII/2002 tentang Pakaian Seragam Satuan-Satuan Pengamanan

* Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/302/III/1993 tentang Tanda Kualifikasi Pendidikan Anggota Satpam

* Surat Keputusan Bersama Menaker No. KEP.275/Men/1989 dan Kapolri No.Pol. Kep/04/V/1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat Serta Pembinaan Tenaga Kerja Satuan Pengamanan.

TUGAS POKOK Danru SATPAM



1. Tugas Inti Dan.Ru dalam mengamankan Area Kerja
1.1 Periksa semua Tamu dan yang masuk ----> Lihat ID Card kepemilikan yang
keluar -----> Periksa

1.2 Minta KTP / SIM Tamu yang masuk
- Tanyakan ingin bertemu siapa, hubungi pertelephone ke dalam
- Mengisi identitas diri dan menyerahkan KTP / SIM
- Berikan Visitor ID Card

1.3 Pintu Depan / Pagar harus selalu tertutup. Petugas harus selalu siap di Pintu Pagar
1.4 Posko tidak boleh kosong
1.5 Anggota di Pos setiap jam di Rolling dari Pos 1 ke Pos 2, dari Pos 2 ke Pos 3 dan seterusnya
1.6 Perkuat posisi penjagaan terutama di atas jam 2 malam sampai dengan jam 6 pagi di titik
rawan
1.7 Patroli dari Posko setiap jam ke Pos-pos 1 sampai dengan 6
1.8 Tertib parkir Mobil dan Motor pemilik maupun tamu

2. Administrasi dan Laporan

2.1 Anggota dan Koordinator sampai Security Wajib mengisi daftar hadir setiap harinya
2.2 Danru melaporkan melalui Buku Mutasi ke Koordinator setiap pergantian Shift dan harus
ditanda-tangani oleh Danru I, Danru II dan Koordinator
2.3 Buat catatan bagi Anggota yang tidak hadir, mengundurkan diri, sakit dan sebagainya
2.4 Bagi Anggota dilarang untuk pindah-pindah Shift tanpa urusan yang bersifat Urgen dan
harus sepengetahuan Koordinator
2.5 Hal-hal yang bersifat Fungsi Operasional dapat menghubungi Polisi setempat seperti tindak
kriminal dan kekerasan
2.6 Koordinasikan dengan seluruh Anggota, apabila ada hal-hal yang bersifat penting
2.7 Siapkan Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan, Laporkan ke Koordinator
2.8 Jam Kerja dari pukul 07:00 Pagi sampai dengan pukul 19:00 Malam dan 19:00 Malam
sampai dengan 07:00 keesokan harinya.

3. Tindakan dan Sanksi

3.1 Bagi Anggota yang melanggar ketentuan ini akan diambil tindakan berupa :
Teguran, Peringatan bahkan Pemecatan
3.2 Usulkan ke Koordinator untuk pemecatan Anggota yang melanggar Ketentuan
/ tanpa terkecuali
3.3 Penerimaan dan Pemecatan / Pemutusan Hubungan Kerja Hanya dilakukan
Kantor Pusat
3.4 Laporkan ke Koordinator dan Pihak Perusahaan apabila ada Anggota yang
terlibat / bersekongkol di dalam melakukan tindak pencurian
3.5 Tidak diperkenankan bertugas Tanpa Seragam Dinas.

Demikian Tugas Inti Danru ini kami buat untuk dilaksakan dan dijadikan Perintah.

CHIEF SECURITY



Chief Security dalam menjalankan tugasnya sehari-hari berfungsi membantu Manager Operasi dalam menentukan kebijakan di bidang penyelenggaraan kegiatan pengamanan dan ketertiban serta penanggulangan keadaan darurat dilingkungan , dan dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh Koordinator Security/Asisten Chief Security serta Komandan Regu, adapun tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

1) Menerapkan dan mengawasi pelaksanaan Standard Operation Prosedure ( SOP ).

2) Melakukan koordinasi dengan Manager Operasi dan Divisi/Bagian terkait dilingkungan Management Pengelola dalam pelaksanaan kegiatan tugas-tugas pengamanan.

3) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas-tugas pengamanan yang dilakukan oleh anggotanya.

4) Melakukan pembinaan dan pelatihan serta meningkatkan kedisiplinan seluruh Anggota Security yang dipimpinnya.

5) Merencanakan dan menyusun kegiatan keamanan dan pengamanan secara berkala dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, demi terciptanya suasana aman, nyaman, tentram dan dinamis di lingkungan .

6) Mengorganisir dan mengendalikan seluruh Anggota Security melalui Koordinator serta Komandan Regu masing-masing.

7) Memberikan laporan berkala (Mingguan/Bulanan) kepada management pengelola melalui Manager Operasi mengenai pelaksanaan tugas-tugas Pengamanan, Pembinaan personel, pengawasan dan pengendalian anggota Security.

8) Melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan pengamanan secara umum.

9) Melakukan evaluasi kinerja masing-masing Koordinator Security, Komandan Regu serta seluruh anggota Security yang dipimpinnya.

10) Memberikan masukan/saran kepada management , melalui Manager Operasi/Staf Manager Operasi, dalam rangka mengembangkan system pengamanan sesuai dengan Visi dan Misi Perusahaan yang telah ditetapkan.

11) Mendelegasikan tugas dan wewenang kepadar Security dan Komandan Regu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari maupun tugas khusus.

12) Menyelenggarakan kegiatan administrasi pelaporan dan penyusunan data.

13) Sebagai jembatan informasi dan instruksi yang datang dari Management untuk seluruh anggota Security.

14) Melakukan koordinasi dengan aparat Pengamanan Wilayah (Polsek/Polres/Koramil) dan tokoh masyarakat sekitar, dalam rangka peningkatan hubungan kerjasama dibidang pengamanan wilayah.

15) Mengevaluasi dan mengoreksi usulan susunan jadwal jaga dan menyetujui.

16) Mengambil langkah-langkah awal dalam mengatasi masalah yang terjadi dilapangan, serta melaporkan kepada Manager Operasi, apabila ada hal-hal yang tidak dapat diatasi untuk mendapat petunjuk pelaksanaan tugas selanjutnya.

17) Memberikan teguran dan tindakan administrative kepada anggota Security yang melakukan pelanggaran sesuai dengan tingkat kesalahannya dan dilaporkan kepada Manager Operasi.

18) Secara Operasional Chief Security dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Manager Operasi .

TUGAS POKOK ANGGOTA SATPAM



Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab


1. Melaksanakan Pengamanan secara menyeluruh dilokasi kerja
2. Melaksanakan Tugas dan Fungsi sesuai dengan penempatan dilokasi masing-masing
3. Melakukan pemeriksaan pada tamu / pemilik yang akan masuk ke area kerja
4. Menahan KTP/ SIM setiap tamu yang akan memasuki area kerja
5. Memeriksa setiap Mobil / Motor yang masuk atau keluar
6. Khusus untuk mobil bak terbuka / tertutup HARUS diperiksa, Muatan dan Surat Jalan
7. Penjagaan di Pos 1 sampai 6 harus Berputar / Berganti dengan Pos
terdekat Setiap Jam. Contoh : Anggota Pos 1 menduduki Pos 2, Pos 2 menduduki Pos 3 dan
seterusnya
8. Melaporkan setiap saat melalui HT keadaan sekitar atau situasi ke Posko
9. Penggeseran Anggota dilaporkan ke Posko dari masing-masing Pos 1 sampai
dengan Pos 3. Begitu sebaliknya, Posko memonitor setiap saat keadaan / situasi di Pos 1
sampai dengan 3
10. Pintu Pagar/ Gerbang harus selalu tertutup, Anggota Harus Stand-By ditempat
11. Menjaga dan memelihara Asset dan Inventaris Perusahaan
12. Menertibkan Parkir Mobil dan Motor pada saat parkir
13. Anggota Bertanggung Jawab atas Tugas dan Fungsi, selama melaksanakan tugas.

II. Administrasi

1. Anggota Security bekerja selama 12 jam kerja
2. Pergantian Shift dilakukan pada Jam 07:00 Pagi dan Jam 19:00 Malam
3. Dilarang untuk melakukan Penggeseran Waktu Tugas, Pagi ke Malam atau sebaliknya
4. Tidak diperkenankan memasuki Area kerja pada :
- Saat tidak bertugas dan
- Membawa teman saat bertugas maupun tidak bertugas.
5. Anggota Security Wajib memakai Pakaian Dinas selama bertugas
6. Setiap Anggota Security, Dan.Ru dan Koordinator Wajib Menanda-tangani
Daftar Hadir.

APA itu SOP


Setelah Kita membahas mengenai Apa itu SOP dan Jenis SOP yang ada pada Perusahaan maka untuk selanjutnya Kita akan membahas mengenai langkah selanjutnya yaitu Review SOP.

APA itu Review SOP

Pertama mari Kita pahami dahulu istilah melakukan Review SOP. Sering kali orang beranggapan pihak yang melakukan review adalah sama dengan meng-audit pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi kesannya kok saya diperiksa 2 kali oleh Team Audit dan Team System Procedure/ SOP.

oracleSebenarnya itu adalah hal yang berbeda. Review disini dapat dikategorikan membantu setiap Kepala Departemen atau Divisi dalam implementasi SOP yang sudah disetujui bersama. Team ini bukannya mencari kesalahan Individu/ Departemen/ Divisi, tetapi lebih kearah bagaimana membantu mengaplikasikan SOP yang sudah disiapkan, membantu menagani kesulitan dilapangan sehingga SOP dapat dijalankan dengan baik, menginformasikan kepada Kepala Departemen/ Divisi hal-hal yang belum dapat diimplementasikan , sehingga diharapkan Mereka sudah dapat menyesuaikan dan memperbaikinya sebelum Team dari Internal Audit melakukan tugasnya.

PERSIAPAN REVIEW

Apa saja yang perlu dilakukan menjelang proses review SOP……

1. Tentukan ruang lingkup review termasuk periode yang akan direview
2. siapkan check list/ lembar kerja yang diperlukan sehubungan dengan topik yang akan direview
3. Tentunya bahan/ topik SOP yang akan kita review
4. Pahami dan pelajari bahan/ topik yang akan direview, hal ini akan sangat membantu dalam proses review.

isoPELAKSANAAN REVIEW

Proses pelaksanaan review ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian, dimana untuk yang pertama kita perlu melihat dari sisi administrasi dan sisi yang satunya lagi dapat dilihat dari kondisi aktual di lapangan.

Apakah kondisi lapangan sesuai dengan administrasi yang kita lihat. Lakukan banyak interview dengan para Pelaksana di lapangan, hal ini sangat membantu Kita untuk menganalisa apakah mereka para operator memahami SOP yang ada.

Oleh karena itu, Kita yang melakukan review seperti yang sudah disebutkan diatas dalam persiapan review, Kita harus mamahami bahan yang akan Kita review. Jangan sampai terjadi Kita sebagai orang yang me-review hanya iya-iya saja setelah mendapat penjelasan dari operator dilapangan karena Kita sendiri sebagai pelaksana review tidak memahami salah satu proses tersebut. Istilah kasarnya mungkin Mereka (Operator Lapangan) membohongi Kita (Pelaksana-review).

HASIL REVIEW

Setelah proses review selesai, segera siapkan dan susun laporan Review yang telah dilakukan. Pelaporan tersebut disusun sedemikian mungkin sehingga para pembaca dapat memahami dan menerima isi laporan dengan baik.

Laporan Review ini akan disertai dengan usulan/ rekomendasi sebagai bagian dari Team System Procedure untuk membantu Mereka dalam menjalan SOP.

Sikap Tampan dan Perilaku Anggota Satpam



Sikap Tampan dan Perilaku Anggota Satpam


a. Memelihara kebersihan badan:

1. Rambut dicukur rapi
2. Kumis dicukur rapi
3. Jambang dan jengkot sebaiknya dicukur habis dan bersih.
4. Pakaian rapi,bersih sesuai ketentuan tentang seragam satpam

b. Ulet,sabar,tabah dan percaya diridalam megemban tugas.

c. Mentaati peraturan Negara dan menghormati norman norma yang berlaku didalam lingkungan kerja/kawasan kerja serta masyarakat.

d. Memegang teguh rahsia yang dipercayakan kepadanya.

e. Bertindak tegas, jujur, berani, adil bijaksana.

f. Cepat tanggap (Responsif)dalam memberikan perlindungan/pengamanan pada masyarakat lingkungan tempat kerjanya.

g. Dapat dijadikan suri tauladan ditengah tengah masyarakat/lingkungan.

h. Melindungi dan menyelamatkan nyawa,badan,harta dan kehormatan personil dilingkungan / kawasan kerja

i. Menghormati dan menjungjung tinggi Hak Azazi Manusia

j. Tidak menonjolkan kepentingan pribadi dan mencampuri urusan/bidang lain yang tidak ada sangkut patunya dengan tugas.

k. Memiliki rasa kebanggaan dan semangat KORSA (korp) serta senantiasa menjaga nama baik ditengah tengah masyrakat atau lingkungan kerja.

CARA MENGATASI KEHILANGAN BARANG



Kehilangan barang dagangan (selanjutnya disebut kehilangan barang) dalam bisnis ritel bukan merupakan suatu hal yang baru bagi para riteler, mengingat cara penataan barangnya yang sangat menarik perhatian, mudah dijamah dan mengundang minat untuk memiliki barang tersebut bagi yang melihatnya.

Dalam dunia kepolisian dikenal istilah yang berkaitan dengan tindak kejahatan yaitu N (Niat) dan K (Kesempatan). Niat adalah sesuatu yang telah direncanakan oleh pelaku, jadi bila seseorang telah berniat untuk mencuri maka segala daya upayanya akan dikerahkan untuk mengambil barang tersebut walaupun keadaannya mungkin kurang mendukung. Sedangkan Kesempatan adalah peluang yang tersedia, artinya jika peluang ada maka seseorang yang tadinya tidak berniat untuk mencuri sering timbul keisengannya untuk mencoba mencuri. Dalam topik ini pembahasan lebih banyak ditekankan pada aspek preventif (pencegahan) untuk terjadinya kehilangan barang.

Disamping hal-hal di atas perputaran barang yang cepat juga menjadi salah satu penyebab suburnya angka kehilangan bila tidak dibarengi dengan kontrol barang/stok yang
baik.Kehilangan barang yang tidak terkontrol akan menggerogoti keuntungan yang diperoleh yang lama kelamaan akan dapat menghentikan usaha ritel.

Mengingat vitalnya akibat kehilangan barang, maka tidak ada kata lain untuk menangani kehilangan barang-barang sedini mungkin. Bisnis ritel yang pada umumnya beroperasi secara swalayan sangat mudah sekali untuk terjadinya kehilangan barang karena begitu dekatnya antara manusia dengan barang dan terbatasnya jumlah karyawan yang mengawasi daerah tersebut, disamping itu adanya upaya riteler untuk memberi kebebasan customer memilih barang sering dianggap sebagai kesempatan untuk mengambil barang.

Kehilangan barang dapat terjadi dimana saja di area toko. Namun demikian kita dapat menggolongkan tempat terjadinya kehilangan ke dalam 5 lokasi, yaitu :

1. Pada Proses penerimaan barang
2. Didalam Area Gudang
3. Di dalam Area Jual
4. Di area Kasir
5. Di proses administrasi

Ada 4 faktor penyebab timbulnya kehilangan barang di toko, yaitu (Alatief Bisnis Institut, 2000):

1. Pencurian oleh karyawan 45 %
2. Pencurian oleh pihak eksternal 30 %
3. Kesalahan dan Ketidak akuratan pencatatan 20 %
4. Kesalahan Supplier 5 %

Kehilangan barang di toko sebagian besar disebabkan oleh karyawan, karena karyawan pada umumnya telah mengerti cara kerja dan sistem pengamanan barang di toko tersebut, sehingga mudah untuk mengatisipasinya. Sedangkan dari pihak luar (30 %) merupakan penyebab kedua, hal initerjadi karena adanya kesempatan dan kurang kontrol dari karyawan toko.

Kehilangan barang karena Kesalahan dan ketidakakuratan data lebih banyak disebabkan oleh kelalaian dan tidak disiplinnya bagian administrasi dalam mencatat ke luar masuknya arus barang dan kurang kontrolnya store manager di took, sehingga terlambat untuk diantisipasi. Kehilangan barang jenis yang ketiga ini walaupun pelik namun cukup mudah untuk segera diatasi.

Kehilangan barang yang disebabkan oleh kesalahan Supplier walaupun persentasenya kecil namun cukup berperan dalam menggerogoti margin yang diperoleh oleh toko, bila tidak segera diselesaikan. Kesalahan yang dilakukan oleh Supplier biasanya berkaitan dengan perbedaan harga beli barang, jumlah kuantiti barang dan adanya supplier yang nakal dengan mengganti barang dengan mutu yang lebih rendah.

Pada prinsipnya kehilangan barang di toko dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu :
1. Unknown Loss (Kehilangan barang yang tidak diketahui penyebabnya)
2. Known Loss (Kehilangan barang yang diketahui penyebabnya).

Unknown loss merupakan kehilangan barang yang sesungguhnya akibat tindak pencurian baik dilakukan oleh karyawan maupun pihak luar (customer), sedangkan unknown loss merupakan kehilangan barang yang penyebabnya diketahui dan masih dapat dikontrol, misalnya tingginya tingkat barang yang rusak untuk produk jajanan pasar akibat salah pemesanan barang (pesan barang terlalu banyak dibandingkan penjualannya, sedangkan barang tersebut hanya layak konsumsi dalam satu hari).

Begitu pula halnya dengan barang-barang yang memliki masa kedaluarsa seperti susu segar, keju dan sebagainya. Jika barang-barang tersebut tidak ditangani dengan FIFO (First in First Out; atau barang yang masuk terlebih dahulu harus dikeluarkan terlebih dahulu), maka besar kemungkinan tingkat barang yang kedaluarsa juga akan makin tinggi dan ini akan memperbesar known loss-nya.

Mengatasi kehilangan barang di toko memang tidak gampang. Namun retailer pasti mampu menekan kehilanagn tersebut ke level yang masih dapat ditoleransi dengan dibuatnya sistem prosedur yang efektif yang disertai komitmen, disiplin dan ketegasan.

Klik Iklan Dapat Dollar

Klik Iklan Dapat Dollar
Klik Banner untuk Gabung